Belajar dari Kudeta Turki



 Hari ini di media masa online dan sosial media, sedang ramai berita tentang kudeta dari kelompok kecil militer di turki kepada presiden mereka, entah rencana apa yang ada dibalik kudeta tersebut kita tidak tahu yang sebenarnya, dan kita patut bersyukur, Alhamdulillah dengan izin Allah aksi kudeta tersebut telah gagal, dan tidak terjadi di negara kita.

 Mari kita lihat ke sana, kurang lebih 78juta rakyat turki turun kejalan-jalan untuk menolak kudeta dan salah satu bentuk dukungan dan kesetian mereka pada presiden Erdogan, dan kurang lebih dalam waktu 5 jam kudeta tersebut berhasil di gagalkan dengan izin Allah.

 Ada yang menarik setelah kudeta berhasil di gagalkan, di akun sosial medianya sang presiden pun menuliskan pesan yang kurang lebih seperti ini artinya

Presiden @RT_Erdogan: "Kudeta ini karunia Allah utk kita membersihkan angkatan bersenjata dari para pengkhianat."  ‪#‎Kudeta‬ ‪#‎Turki‬ ‪#‎KudetaTurki‬ 

 Sosok pemimpin yang bersyukur atas nikmat pertolongan dari Allah karena hanya Allah lah sebaik-baik penolong, dan sepantasnya juga kita meminta pertolongan hanya kepada Allah.


Rakyat Turki bersujud setelah berhasil menggagalkan kudeta

  Melakukan Kudeta Militer, Menggalang Kekuatan Bawah Tanah,..untuk pengambil alihan Kekusaan secara paksa,Kami MENOLAK dan Menyalahkannya, karena hal itu menjadi sebab terjadinya musibah besar, pertumpahan darah, fitnah, dan kerusakan yang lebih besar.
 
 Mari kita tengok dari sisi agama islam tentang nya, Syaikh Al-Albani berkata, (Ket : Al-Aqidah at-Thahawiyah, syarah dita’liq oleh al-Albani, hal 69.), “Bukanlah termasuk metode penyelamatan yang dibayangkan sebagian orang, yaitu memberontak dengan senjata terhadap pemerintah melalui sarana kudeta militer. Karena di samping cara ini termasuk bid’ah modern ia juga menyalahi nash-nash syari’ah.” 

Al-‘Allamah Ibnu Jibrin ditanya, “Di sebagian negara terjadi kudeta militer sebagai salah satu cara untuk keluar dari pemerintahan.

Cara ini dianggap berhasil saat mereka dapat menjatuhkan hakim [kepala negara], kemudian pemerintahan dikuasai pihak luar. Peristiwa ini telah menumpahkan darah kaum Muslimin.
 
Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa hal ini merupakan bid’ah modern yang tidak diperbolehkan. Kami berharap anda dapat menjelaskan hukum perbuatan ini? (Majmu’ Fatawa wa Rasaail al-Syaikh Ibnu Jibrin, al-‘Aqidah, (juz VIII))

Al-‘Allamah Ibnu Jibrin menjawab, “Ketika bai’at pengangkatan seorang hakim untuk menjadi pemimpin kaum Muslimin atau suatu negeri dari negeri-negeri maka ia dianggap sebagai pemimpin yang harus ditaati dan diharamkan menentangnya.

Terlarang pula melakukan kudeta militer terhadap Ulil Amri dan memberontak kepada para pemimpin kaum Muslimin, yang dengan hal itu menyebabkan terjadinya banyak fitnah, tertumpahnya darah, dan terbunuhnya orang-orang yang tidak berdosa, merusak jiwa dan harta.

Tidak diragukan bahwa hal itu diharamkan karena sesungguhnya hal tersebut merupakan bid’ah modern. Walaupun peristiwa penentangan terhadap Ulil Amri dan Khalifah, pencopotan kekuasaan mereka, dan meninggalkan ketaatan kepada mereka, telah terjadi pada abad-abad permulaan dan setelahnya.

Yang dengan hal itu menyebabkan terjadinya fitnah, pembunuhan, dan banyak terjadi musibah, yang menunjukkan kerusakan yang demikian besar.

Karena itulah, para ulama dalam kitab-kitab Aqidah mereka mewajibkan ketaatan kepada Ulil Amri dan bersabar terhadap apa yang timbul dari mereka berupa ketidakadilan dan kezaliman, memberi nasihat dan petunjuk kepada mereka, menjelaskan kebenaran, memperingatkan mereka jika mereka berbuat maksiat, kekerasan, dan menyakiti, mendorong mereka untuk bersikap lembut dan berperilaku baik.

Tidak diragukan bahwa mereka akan berubah jika mereka percaya dengan kecintaan dan keikhlasan orang yang memberi nasihat, dan mereka pun akan menerima nasihat dengan baik. Wallahu a’lam.

 Mari kita awali dengan menanamkan aqidah pada jiwa, dan mendidiknya atas dasar nilai-nilai iman serta menghiasi diri dengan akhlaq yang Islami. Kita mohon pertolongan Allah Ta’ala dalam mewujudkan dan merealisasikan kaidah-kaidah keimanan.

Dan dihari itu bergembiralah orang-orang mukmin, karena pertolongan Allah, dia menolong siapa saja yang dikehendaki-Nya dan Dialah yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang” (ar-Ruum: 4 – 5).

  Semoga Allah Ta'ala Menjaga Umat Islam Indonesia dan Agama Islam, dan selalu diteguhkan hati Umat Islam Indonesia untuk Bertauhid dan Menjalankan Sunnah Nabi....Aamiin
ALLAH Kalahkan Kudeta Atas Turkey
ﻻ غالب إﻻ الله
"Tidak Ada Pemenang/Penakluk Kecuali ALLAH"
- Presiden Turkey Recep Tayyip Erdoğan -





Comments

Popular Posts