Tanda Di terimanya amalan ibadah di bulan Ramadhan
Saat ini kita telah memasuki bulan syawal, dan bulan Ramadhan telah meninggalkan kita, mudah-mudahan amal ibadah kita di terima oleh Allah, dan mudah-mudahan kita masih di berikan umur untuk bertemu lagi dengan bulan suci ramadhan selanjutnya, Aamiin..
Selaku admin blog ini, saya sekeluarga mengucapkan, "Taqabalallahu minna waminkum, shiyamana wa shiyamakum" ( Mudah-mudahan Allah menerima (amal) dari kami dan dari kalian, puasaku dan puasamu ). aamiin...
oh iya gaesss bulan Ramadhan memang sudah kita lewati, dan ibadah di bulan Ramadhan pun seperti puasa memang sudah selesai, tapi bukan berarti ibadah yg lain ikutan selesai juga ya gaeess, sebab ibadah sampai malaikat maut menjemput. oh ya jangan lupa, untuk kesempurnaan puasa Ramadhan kita mari kita bersemangat untuk melaksanakan puasa 6 hari lagi di bulan syawal, sebagaimana hadits Rasulullah dari Abu Ayyub Al-Anshori,
عَنْ أبِي أَيُّوْبَ اْلأَنْصَارِيِّ – رضي الله عنه – أَنَّ رَسُوْلُ اللهِ – صلى الله عليه و سلّم- قَالَ: مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَ أَْتبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَهْرِ
Dari Abu Ayyub al-Anshari –radhiyallahu‘anhu- bahwasanya Rasulullah –shallallahu ‘alahi wa sallam– bersabda, “Barangsiapa berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari bulan Syawal, maka dia seperti berpuasa satu tahun penuh” (HR. Imam Muslim dalam Shahihnya 1164).
Dari dasar hadits tersebut, menunjukkan di syariatkan nya puasa 6 hari di bulan syawal, bagi laki-laki dan juga wanita, sukur-sukur anak-anak kita pun kita biasakan ajak pada mereka, agar kelak di saat mereka sudah besar dan dewasa mereka membiasakan ibadah ini, aamiin.. dan ini juga termasuk pendapat mayoritas ahli ilmu seperti diriwayatkan dari Ibnu Abbas, Ka’b al-Akhbar, Sya’bi, Thawus, Maimun bin Mihran, Abdullah bin Mubarok, Ahmad bin Hanbal dan imam Syafi’i.
Dari dasar hadits tersebut, menunjukkan di syariatkan nya puasa 6 hari di bulan syawal, bagi laki-laki dan juga wanita, sukur-sukur anak-anak kita pun kita biasakan ajak pada mereka, agar kelak di saat mereka sudah besar dan dewasa mereka membiasakan ibadah ini, aamiin.. dan ini juga termasuk pendapat mayoritas ahli ilmu seperti diriwayatkan dari Ibnu Abbas, Ka’b al-Akhbar, Sya’bi, Thawus, Maimun bin Mihran, Abdullah bin Mubarok, Ahmad bin Hanbal dan imam Syafi’i.
lalu apa faedah yang terdapat dalam ibadah puasa di bulan syawal ini ? nah di sini kita akan membahas tentang nya, karena ini juga termasuk hal yang penting yang mana harus kita ingat untuk selalu membiasakan puasa setelah bulan Ramadhan.
Faedah puasa Syawal - Puasa enam hari di bulan syawal setelah Ramadhan, berarti meraih pahala setahun penuh, seperti yang terdapat pada hadits dari Abu Ayyub Al-Anshori, yang tersebut di atas
- Puasa syawal dan sya’ban seperti shalat sunnah rawatib sebelum dan sesudah shalat fardhu, untuk sebagai penyempurna kekurangan yang terdapat dalam fardhu.
- Puasa Syawal merupakan tanda keteguhannya dalam beramal shalih, karena amal shalih tidaklah terputus dengan selesainya ramadhan tetapi terus berlangusng selagi hamba masih hidup.
- Puasa Syawal merupakan ungkapan syukur setelah Allah mengampuni dosanya dengan puasa ramadhan.
- Puasa syawal setelah ramadhan merupakan tanda bahwa Allah menerima puasa Ramadhannya, sebab Allah apabila menerima amal seorang hamba maka Dia akan memberikan taufiq kepadanya untuk melakukan amalan shalih setelahnya.
أن معاودة الصيام بعد صيام رمضان علامة على قبول صوم رمضان فإن الله إذا تقبل عمل عبد وفقه لعمل صالح بعده كما قال بعضهم : ثواب الحسنة الحسنة بعدها فمن عمل حسنة ثم اتبعها بعد بحسنة كان ذلك علامة على قبول الحسنة الأولى كما أن من عمل حسنة ثم اتبعها بسيئة كان ذلك علامة رد الحسنة و عدم قبولها
“Kembali lagi melakukan puasa setelah puasa Ramadhan, itu tanda diterimanya amalan puasa Ramadhan. Karena Allah jika menerima amalan seorang hamba, Allah akan memberi taufik untuk melakukan amalan shalih setelah itu. Sebagaimana dikatakan oleh sebagian ulama, ‘Balasan dari kebaikan adalah kebaikan selanjutnya.’ Oleh karena itu, siapa yang melakukan kebaikan lantas diikuti dengan kebaikan selanjutnya, maka itu tanda amalan kebaikan yang pertama diterima. Sedangkan yang melakukan kebaikan lantas setelahnya malah ada kejelekan, maka itu tanda tertolaknya kebaikan tersebut dan tanda tidak diterimanya.” (Lathaif Al-Ma’arif, hlm. 388).
Dari situ kita dapat pelajaran bahwasanya " ثَوَابُ الحَسَنَةِ الحَسَنَةُ بَعْدَهَا " yang artinya “Balasan dari kebaikan adalah kebaikan setelahnya.” Atau perkataan yang lainnya yang diutarakan oleh Ibnu Katsir ketika membahas tafsir surat Al-Lail,
مِنْ ثَوَابِ الحَسَنَةِ الحَسَنَةُ بَعْدَهَا، وَمِنْ جَزَاءِ السَّيِّئَةِ السَّيِّئَةُ بَعْدَهَا
“Di antara balasan kebaikan adalah kebaikan selanjutnya dan di antara balasan kejelekan adalah kejelekan selanjutnya.” (Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 7: 583).
Dari situ dapat kita simpulkan, berarti tanda amalan Ramadhan kita diterima adalah menjadi lebih baik selepas Ramadhan atau minimal menjaga kebaikan yang telah ada. Contoh kebaikan yang dilakukan setelah Ramadhan adalah puasa Syawal. Tanda amalan kita di bulan Ramadhan tidak diterima adalah setelah Ramadhan tidak lagi ada kebaikan, bahkan sampai meninggalkan kewajiban seperti kewajiban shalat lima waktu. Mudah-mudahan Allah menjadikan kita sebagai orang yang di terima amalan kita semua di bulan Ramadhan. Aamiin..
Referensi:
- Lathaif Al-Ma’arif fii Maa Limawasim Al-‘Aam min Al-Wazhoif. Cetakan pertama tahun 1428 H. Ibnu Rajab Al Hambali. Penerbit Al-Maktab Al-Islami.
- Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim. Cetakan pertama tahun 1431 H. Ibnu Katsir. Tahqiq: Syaikh Abu Ishaq Al-Huwaini. Penerbit Dar Ibnul Jauzi.
- Hadits Shahih Imam Muslim.


Comments
Post a Comment